Ribuan Warga Israel Serbu Kantor Menhan, Tolak Perang dan Sebut Netanyahu Sebagai Tiran Pembohong
BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV — Sekelompok besar warga Israel berkumpul di depan Kementerian Pertahanan di Tel Aviv. Mereka menuntut rezim Benjamin Netanyahu untuk lebih memprioritaskan pembebasan tawanan yang masih tertahan di Gaza daripada meningkatkan operasi militer di wilayah Palestina.
Menurut laporan, aksi protes pada hari Sabtu berlangsung saat pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengesahkan mobilisasi hingga 60.000 pasukan cadangan. Hal ini menunjukkan rencana intensifikasi serangan terhadap wilayah Palestina yang terkepung.
- Jet-Jet Turki Mulai Intervensi di Suriah untuk Menghentikan Serangan Udara Israel
- Serangan Terbaru Israel Tewaskan 29 Warga Palestina
- Jika Negosiasi Nuklir dengan Amerika Gagal, Akankah Israel Benar-benar Menyerang Iran?
Salah satu pengunjuk rasa mengangkat plakat yang menuduh Netanyahu sebagai “tiran pembohong, karena dia (Netanyahu), negara ini terbakar”.
Pejabat pemerintah mengklaim bahwa serangan militer yang diperluas di Gaza akan menekan Hamas agar membebaskan 59 tawanan yang tersisa. Namun, para kritikus berpendapat bahwa tindakan ini justru meningkatkan risiko bagi nyawa mereka.
Serangan telah mengakhiri perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya memungkinkan pertukaran tahanan Palestina dengan tawanan Israel di awal tahun ini.
Sebuah video yang dirilis oleh Hamas pada hari Sabtu menunjukkan salah satu tawanan Israel, yang diidentifikasi oleh media lokal sebagai Maxim Herkin.
Dalam video berdurasi empat menit yang diunggah secara daring, Herkin terlihat diselamatkan oleh anggota Hamas setelah serangan Israel menghantam sebuah terowongan, mengubur dan melukai tawanan Israel tersebut.
