Sejak Konflik Gaza Memanas, Israel Tahan 1.400 Anak di Tepi Barat
BERITA TERBARU INDONESIA, TEPI BARAT — Pasukan Israel (IDF) telah menahan sekitar 150 warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat hanya dalam sepekan terakhir. Dengan penangkapan ini, jumlah warga sipil Palestina yang ditahan rezim zionis di Tepi Barat mencapai 17.500 orang. Angka tersebut dihitung sejak pecahnya konflik terbuka antara IDF dan Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Menurut laporan dari Palestinian Prisoner’s Society (PPS), terdapat 545 perempuan dan 1.400 anak-anak di antara 17.500 warga Palestina yang ditangkap oleh IDF. Lembaga pemantau ini juga menyatakan bahwa Israel melakukan gelombang penangkapan ini sebagai bentuk ‘hukuman kolektif’.
“Penahanan ini telah menjadi, dan terus masif. Ini adalah praktik yang paling menonjol, berlanjut, dan sistematis yang dilakukan oleh Israel,” demikian pernyataan resmi dari PPS.
Sementara itu, di Jalur Gaza, aksi kekerasan oleh Israel belum juga berhenti. Pasukan Israel menembak mati setidaknya 31 warga setempat yang sedang mencari bantuan makanan di sebuah lokasi distribusi dekat Koridor Netzarim, selatan Kota Gaza, menurut laporan Dinas Pertahanan Sipil Gaza.
Di wilayah selatan Gaza, sedikitnya lima warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di sekitar Khan Younis. Empat orang dilaporkan gugur di daerah al-Mawasi dan satu orang lainnya di wilayah Qizan Rashwan, menurut sumber di Rumah Sakit Nasser.
