Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Inovasi Sudut Baca Digital di Sekolah Langganan Banjir Semarang
  • Berita

Inovasi Sudut Baca Digital di Sekolah Langganan Banjir Semarang

Siti Nurhaliza Mei 2, 2025
sekolah-langganan-banjir-di-semarang-berinovasi-buat-sudut-baca-digital

Sekolah Langganan Banjir di Semarang Berinovasi dengan Sudut Baca Digital

BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — Banjir yang kerap melanda Tambakrejo, ujung utara Kota Semarang, bukan hanya musibah alam. Banjir ini telah menjadi bagian dari kehidupan yang datang hampir setiap musim hujan. SDN Tambakrejo juga menjadi langganan banjir yang menghapus jejak langkah kecil di koridor sekolah, merusak meja belajar, dan yang lebih menyedihkan, merusak buku-buku di perpustakaan serta pojok baca di setiap kelas.

Buku-buku yang dahulunya menjadi jendela dunia bagi anak-anak kini banyak yang rusak, sobek, bahkan hilang tanpa bekas karena banjir.

Namun, di tengah genangan air itu, semangat belajar tetap bertahan. Di bawah kepemimpinan Tri Sugiyono, SDN Tambakrejo 01 tetap berdiri teguh. Budaya literasi yang mereka bangun dengan susah payah tidak dibiarkan hancur oleh tingginya genangan air.

Bagi Tri Sugiyono, tantangan dan permasalahan sudah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia pendidikan. Memulai karier sebagai guru di SDN Kemijen 01 dan SDN Sarirejo (Kartini), ia menapaki jalan pendidikan dengan dedikasi tinggi, kerja cerdas, dan visi yang jelas.

Berbagai penghargaan telah ia raih, mulai dari juara Guru Prestasi tingkat Kota Semarang hingga menjadi finalis tingkat nasional.

Di tengah perjalanan kariernya, Tri juga aktif menjadi Fasilitator PINTAR Tanoto Foundation. Hal itu memperkuat perannya dalam menggerakkan perubahan berbasis literasi dan numerasi di sekolah-sekolah.

Pada tahun 2021, saat ia ditugaskan memimpin SDN Tambakrejo 01, tantangan besar langsung menghadangnya. Banjir tahunan merusak fasilitas, memperparah rendahnya minat baca siswa, dan memperlemah dukungan masyarakat terhadap sekolah.

Di satu sore setelah banjir besar, berdiri di tengah lantai yang masih basah, Tri Sugiyono berkata kepada rekan-rekan gurunya, “Buku itu jendela dunia. Kalau jendelanya rusak, bagaimana mereka bisa melihat dunia?”

Kegelisahan itu memicu tekad baru, untuk membuka kembali jendela-jendela yang telah ditutup paksa oleh banjir.

Dari keresahan itu, lahirlah ide sederhana namun revolusioner, Sudut Baca Digital (Subadi). Bersama para guru, Tri mulai mendigitalisasi karya-karya siswa dan berbagai bacaan penting.

“Subadi adalah tempat buku-buku digital karya siswa tersimpan dan dapat diakses kapan saja melalui perangkat mereka,” kata Tri dalam siaran pers, Jumat (2/5/2025).

Setiap kelas, dari kelas 1 hingga kelas 6, memiliki sudut baca digital sendiri yang dapat diakses melalui tablet, laptop, maupun perangkat lainnya.

Buku tak lagi harus bertahan di rak-rak kayu rapuh. Kini, cerita dan ilmu hidup hadir di layar kecil yang bisa digenggam anak-anak, di mana pun dan kapan pun mereka ingin membaca.

Subadi tidak hanya menyelamatkan buku-buku dari banjir, tetapi juga mengubah cara berpikir seluruh warga sekolah tentang literasi. Membaca kini bukan lagi beban, melainkan pengalaman yang menyenangkan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.

Tri sadar bahwa perubahan sejati tidak bisa lahir dari satu orang saja. Maka, ia menggerakkan seluruh warga sekolah. Mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga masyarakat sekitar.

Guru-guru mengikuti pelatihan literasi dan numerasi berbasis teknologi. Siswa diajak menulis cerita digital mereka sendiri, membuat ilustrasi di buku gambar mereka, memindai halaman per halaman, dan mengunggahnya ke sudut baca digital di kelas masing-masing agar dapat diakses teman-teman mereka.

Orang tua tak hanya mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah, tetapi turut serta menghias sudut baca, menyumbang perangkat sederhana, bahkan mengajar dalam program “Orang Tua Mengajar” setiap Jumat pekan keempat. Budaya gotong royong yang lahir membuat perubahan terasa nyata di setiap sudut sekolah.

Seorang guru yang menyaksikan transformasi ini, Erma Khristiyowati, berbagi pengalamannya. “Sebagai guru di sekolah ini, saya sangat mengapresiasi hadirnya Subadi yang diprakarsai oleh Pak Tri,” ujarnya.

“Inovasi ini membuat membaca menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan. Siswa lebih aktif, mandiri, dan terbiasa mencari informasi melalui sumber digital yang terpercaya. Ini sungguh membantu kami dalam menyelaraskan pembelajaran yang sesuai dengan zamannya,” kata Erma.

Perubahan itu pun tercermin dari data. Tri menjelaskan bahwa tingkat literasi pada Rapor Pendidikan Sekolah yang pada 2022 tercatat 50 persen melonjak menjadi 88,89 persen pada 2024.

Numerasi yang semula hanya 26,67 persen kini merangkak naik menjadi 77,78 persen. Di tengah keterbatasan fasilitas, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Mereka adalah hasil dari semangat, kerja keras, dan kolaborasi seluruh warga sekolah.

Prestasi formal pun tidak ketinggalan. SDN Tambakrejo 01 kini menjadi Sekolah Penggerak Kota Semarang, meraih Pelaksana Terbaik 2 Sekolah Ramah Anak pada 2024, serta menjadi rujukan bagi banyak sekolah lain dalam pengelolaan literasi dan numerasi.

Namun, bagi Tri Sugiyono, pencapaian ini bukanlah tujuan akhir. Ia memandang perubahan yang sesungguhnya ada pada wajah-wajah kecil yang kini lebih suka membaca, lebih aktif berimajinasi, dan lebih gigih belajar.

“Dengan Subadi siswa menjadi lebih semangat membaca dan menulis,” kata Tri.

Pada Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, dengan tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” kisah SDN Tambakrejo 01 berdiri sebagai bukti nyata bahwa pendidikan bermutu tidak harus lahir dari gedung megah atau fasilitas berlimpah.

Ia lahir dari tekad untuk bergerak bersama, dari tangan-tangan yang mau bergandengan, dari mimpi-mimpi kecil yang dijaga dan dibesarkan setiap hari.

Partisipasi di SDN Tambakrejo 01 hidup bukan dalam slogan, tetapi dalam tindakan nyata. Guru yang tak lelah belajar, siswa yang terus membaca dan menulis, orang tua yang ikut membangun sudut baca, serta kepala sekolah yang terus menyalakan semangat perubahan. Semuanya bergerak dalam satu irama, yaitu membangun masa depan anak-anak di tengah segala keterbatasan.

Hari ini, SDN Tambakrejo 01 mungkin masih berdiri sederhana di pinggiran kota. Namun, siapa pun yang melangkah ke dalamnya akan segera tahu bahwa di balik tembok sederhana itu, tumbuh harapan besar.

“Bagi kami, buku digital ini membuatnya aman dari banjir, tetapi lebih dari itu cara ini memastikan setiap karya anak tetap tersimpan dan bermanfaat bagi generasi berikutnya,” kata Tri.

Bahwa dari genangan air yang datang setiap tahun, literasi tetap tumbuh. Bahwa dari sudut-sudut baca digital sederhana, anak-anak Tambakrejo kembali membuka jendela dunia mereka.

Continue Reading

Previous: Penundaan Pembongkaran Area Parkir ABA Malioboro, Juru Parkir Kembali Bekerja
Next: Cara Mahasiswa Mendapatkan Keuntungan dari Bisnis Berbasis AI

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.