Khamenei Muncul di Publik Setelah Ancaman Pembunuhan dari Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tampil di muka umum akhir pekan lalu setelah konflik dengan Israel berakhir. Khamenei menghadiri upacara Asyura di Teheran.
Sebelumnya, Khamenei tidak hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam, Muharram, yang telah berlangsung selama tiga malam terakhir di kediamannya di Jalan Palestina. Namun, pada Sabtu ia hadir dalam upacara untuk memperingati pengorbanan Imam Hussain.
Rekaman video yang dibagikan di X oleh akun resmi pemimpin tertinggi menunjukkan audiens di kediaman Imam Khomeini Hosseinieh menyambut Khamenei saat memasuki aula.
Selama konflik 12 hari antara Iran dan Israel bulan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Tel Aviv mengancam akan menghabisi Khamenei.
Khamenei menyampaikan beberapa pidato selama serangan terhadap Iran berlangsung. Setelah kesepakatan gencatan senjata dicapai, Iran menuduh Washington terlibat dalam serangan demi mendukung Tel Aviv, yang kemudian direspons Iran dengan serangan balasan.
Tiga malam pertama Muharram tahun ini diadakan di kediaman Khamenei tanpa kehadirannya.
Konflik antara Iran dan Israel bermula pada 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran, yang mengakibatkan lebih dari 935 korban jiwa. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 5.300 orang terluka.
Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone, menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 lainnya, menurut data dari Universitas Ibrani Yerusalem.
Pemerintah AS membombardir fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan, yang semakin memperburuk konflik.
Konflik ini berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata yang didukung oleh AS dan mulai berlaku pada 24 Juni.
