Bagaimana Gambaran Hotel untuk Jamaah Haji Indonesia di Makkah? Mari Lihat!
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Empat kamar tidur tersusun rapi dengan seprai putih. Ruangan terasa sejuk meskipun cuaca di luar sangat panas menyengat kulit.
Satu kamar mandi ada di dalam kamar, dilengkapi dengan pancuran dan kloset duduk. Di dalam kamar juga tersedia lemari pendingin, televisi, dan meja.
Kamar ini adalah salah satu fasilitas yang disediakan untuk jamaah haji Indonesia di Makkah hingga musim haji berakhir. Tim Media Centre Haji pada Jumat (9/5/2025) siang waktu Arab Saudi, bersama dengan kepala Daerah Kerja Makkah Ali Machzumi, mengunjungi dan melihat langsung persiapan kamar jamaah haji di dua hotel, yaitu Hotel Al Ghadeer Sektor 2 dan Hotel Burj Alwahda Almutamayiz Hotel Sektor 7.
Mayoritas kamar memiliki kondisi yang tidak jauh berbeda. Ada kamar yang menampung tiga orang dan ada pula yang untuk empat orang. Tata letak kasur ada yang sejajar atau berbentuk letter L.
Fasilitas tersebut tidak kalah nyaman dengan hotel berbintang tiga dan empat. Hal penting lainnya, hotel-hotel tersebut juga memiliki mushola yang luas dan ruang makan khusus bagi jamaah.
“Insya Allah, seluruh hotel yang berjumlah sekitar 205 yang telah kita siapkan untuk jamaah haji kita, standar kualitasnya kurang lebih seperti yang kita lihat bersama,” ujar Kadaker Ali Machzumi.
Sebagai gambaran, jamaah haji Indonesia dari Madinah akan mulai bergerak ke Makkah pada Sabtu (9/5/2025). Setidaknya ada 2.800 jamaah dari 7 kloter yang akan tiba di Makkah mulai Sabtu ini. Mereka akan ditempatkan di 20 hotel yang telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.
Menurut Ali Machzumi, hotel yang disiapkan sudah memiliki standar yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi Jamaah Haji. Hotel juga ramah lansia dan difabel. “Besok, mereka direncanakan berangkat dari Madinah pada pukul 7 pagi. Insya Allah akan tiba di kota Makkah sekitar pukul 12.00,” ujarnya.
Ali bersama panitia di daker melakukan pemeriksaan mulai dari tempat distribusi makanan di hotel, mushola, toilet, pancuran air, dan berbagai fasilitas lainnya. Dari semua pengecekan, Ali memastikan bahwa seluruh persiapan sudah sesuai. Tinggal nanti akan ada penyambutan saat kedatangan jamaah haji Indonesia di Makkah.
Seluruh petugas nantinya akan mempersiapkan akomodasi, konsumsi, termasuk layanan-layanan lainnya.
“Termasuk teman-teman dari BPIH kota Mekah sudah mempersiapkan rencana pemberangkatan ke Masjidil Haram untuk melakukan umroh perdana,” ujarnya.
Insyaallah, kata dia, setelah jamaah tiba di hotel dan beristirahat sejenak, mereka akan diberangkatkan untuk melakukan umroh.
Kadaker memastikan bahwa kedatangan jamaah ke Makkah akan dilakukan secara bertahap. Setelah gelombang pertama datang, nanti akan menyusul yang kedua dan insyaallah akan dimulai pada pertengahan bulan Mei nanti.

