Seskab Ungkap Danantara Terima Investasi Rp 162 Triliun
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Letnan Kolonel Infanteri Teddy Indra Wijaya, yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab), menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia diperkirakan akan mendapatkan investasi baru sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 162,28 triliun hingga Juli 2025. “Tambahan dana tersebut berasal dari perbankan internasional,” ujar Teddy saat dihubungi di Jakarta, Senin (30/6/2025) malam WIB.
Teddy menambahkan bahwa Danantara Indonesia telah mencapai pencapaian signifikan dengan kerja sama investasi internasional senilai 7 miliar dolar dari negara-negara seperti Qatar, Rusia, China, dan Australia. “Bahkan, pada Juli mendatang, lembaga ini diproyeksikan akan menerima dana tambahan sebesar USD 10 miliar (Rp 162 triliun) dari perbankan internasional,” kata lulusan Akademi Militer (Akmil) 2011 ini.
- Prabowo Resmikan Wisma Danantara di Jalan Gatot Subroto
- Rosan Jelaskan Alasan Investasi Danantara dan RDIF Pakai Euro, Bukan Dolar AS
- Presiden Prabowo Ratas Bersama Dirut PT DI dan Pindad
Meskipun demikian, Teddy belum bisa mengidentifikasi negara asal perbankan yang akan berinvestasi di Danantara. BPI Danantara diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025. Badan pengelola investasi ini, yang dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani sebagai CEO, mengelola lebih dari 800 BUMN beserta perusahaan turunannya.
Presiden Prabowo menghadiri acara syukuran Wisma Danantara di kawasan Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Senin siang WIB. RI 1 menyebut Wisma Danantara sebagai “rumah besar” pengelolaan investasi nasional.
Acara syukuran Wisma Danantara tersebut diisi dengan sesi laporan dari CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, diikuti dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Prabowo. “Pemotongan tumpeng dilakukan sebagai bentuk rasa syukur menandai babak baru kiprah Danantara Indonesia sebagai Lembaga Pengelola Investasi Negara yang saat ini mengelola aset lebih dari USD 1 miliar,” jelas Teddy.
Setelah acara syukuran Wisma Danantara, Prabowo langsung menggelar rapat terbatas (ratas) bersama pimpinan Danantara dan beberapa menteri Kabinet Merah Putih. Teddy juga turut dalam rapat terbatas tersebut. Namun, acara syukuran Wisma Danantara dan rapat terbatas yang membahas Danantara berlangsung tertutup untuk media massa.
