Hamas Siap Bebaskan Sandera dan Hentikan Konflik, Minta Trump Tekan Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON — Seorang tokoh senior politik Hamas menegaskan bahwa mereka siap untuk membebaskan semua tahanan segera jika langkah tersebut dapat mengakhiri konflik yang sedang terjadi.
Pemimpin Hamas, Basem Naim, menyatakan pada Kamis (15/5) bahwa dia yakin Presiden Amerika Serikat Donald Trump dapat melakukannya jika memberikan tekanan yang cukup kepada Israel untuk segera menghentikan konflik ini. Dia menambahkan bahwa Trump memiliki kemampuan dan keinginan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut.
- Gadis Berusia 18 Tahun Ini Jadi Calhaj Termuda yang Berangkat dari Sulteng
- Kurangi Dominasi Barat dan China, ICMI Usul Indonesia-Iran Jadi Poros Baru Muslim Dunia
- Mengapa Allah Menyuruh Kita Bertebaran di Bumi Usai Sholat Jumat?
“Kami siap bekerja sama dengannya untuk mencapai tujuan kawasan yang lebih damai,” kata Naim kepada Sky News.
Ia menekankan bahwa Gaza dan rakyatnya berhak, seperti semua orang di dunia, untuk hidup dalam damai dan martabat.
“Kami telah menyampaikan kepada semua mediator dan Amerika, kami siap membebaskan semua tahanan segera, jika kami dapat meyakini bahwa ini akan mengakhiri konflik ini,” ujar Naim sebagai jawaban atas pertanyaan tentang kesiapan mereka membebaskan sandera.
Dia mencatat bahwa mereka telah menyampaikan melalui mediator dan secara langsung melalui beberapa orang di pemerintahan AS untuk segera melakukan penarikan total pasukan Israel, memungkinkan bantuan masuk ke Gaza, dan membangun kembali wilayah tersebut tanpa adanya imigrasi paksa.
Ia mengatakan Hamas telah menerima proposal perdamaian dari Mesir mengenai pembentukan badan Palestina yang independen. Badan tersebut tidak berafiliasi secara politik untuk mengelola Jalur Gaza.
Namun dia menambahkan: “Sebelum ada realisasi tersebut, selama kami masih menjadi rakyat yang diduduki, kami memiliki hak penuh untuk terus membela rakyat kami dan melawan pendudukan dengan segala cara, termasuk melalui perlawanan.”
