Sungai Citarum di Bandung Barat Kembali Dipenuhi Sampah
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Sungai Citarum di kawasan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian masyarakat karena masalah pencemaran lingkungan yang terus berlanjut. Sungai ini sering kali diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah.
Pengamatan pada Kamis (12/6) di sekitar Jembatan Babakan Sapan (BBS), Batujajar, menunjukkan adanya tumpukan sampah yang terdiri dari plastik, limbah kain, furnitur bekas, hingga gulma eceng gondok yang mengapung di permukaan air.
- Warga di Cianjur Jadi Korban Salah Tangkap dan Diduga Jadi Korban Kekerasan, Ini Kata Polisi
- SPMB 2025 Cirebon Tanpa Pungutan, Disdik: Kami Jangan Diintervensi Apapun
- Mendagri Sebut Ribuan Kilometer Jalan Dibangun Pemda dan Desa, Begini Penjelasannya
“Setiap hari selalu ada sampah di sini. Saya setiap hari berada di sini memunguti sampah,” ungkap Ade Taryo (48), seorang pemungut sampah di Sungai Citarum.
Ade menggambarkan area di bawah Jembatan BBS ini seperti terminal, di mana tumpukan sampah yang terbawa dari hulu tertahan sementara akibat derasnya aliran sungai saat hujan deras.
“Jika ada hujan, aliran air deras biasanya membawa sampah baru. Sampah dari sini (Jembatan BBS) kemudian terbawa lagi ke hilir saat air deras,” jelasnya.
Namun, saat aliran air tidak deras, sampah dari hilir akan kembali terbawa ke wilayah sungai di Jembatan BBS karena angin kencang. “Jika air tidak deras, sampah dari hilir biasanya terbawa kembali ke sini bersama eceng gondok karena angin kencang,” tambah Ade.
Sementara itu, Dido (34), seorang pedagang di kawasan Jembatan BBS, mengatakan bahwa Sungai Citarum biasanya dipenuhi sampah di sore hari karena dorongan dari wilayah hulu. “Biasanya sore banyak sampah, tapi kali ini tidak terlalu banyak karena sudah terdorong ke hilir. Jika ada angin kencang dari hilir, sampah akan terbawa kembali ke sini,” jelas Dido.
