AS Lakukan Evakuasi Diplomat dari Irak di Tengah Ancaman Iran
BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Amerika Serikat telah memutuskan untuk mengevakuasi staf diplomatik dari kedutaannya di Baghdad, Irak. Langkah ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri AS kepada Anadolu, Rabu (11/6).
“Presiden Trump berkomitmen untuk menjamin keamanan warga Amerika, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sesuai dengan komitmen tersebut, kami terus mengevaluasi postur personel yang tepat di semua kedutaan besar kami,” ujar pejabat tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu.
“Berdasarkan analisis terbaru kami, kami memutuskan untuk mengurangi misi kami di Irak,” tambahnya.
Tingkat evakuasi, termasuk apakah semua staf diplomatik AS terlibat, belum jelas.
Penarikan ini dilakukan tiga hari setelah Trump mengadakan pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya di Camp David, sebuah lokasi di pedesaan Maryland yang menawarkan lebih banyak privasi untuk diskusi sensitif dibandingkan Gedung Putih.
Rincian mengenai diskusi tersebut masih sedikit, namun Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa pembahasan melibatkan pertemuan dengan petinggi militer.
Sebuah situs berita lain mengutip pernyataan pejabat Israel anonim yang menyatakan bahwa militer Israel “telah berada dalam siaga tinggi dalam beberapa hari terakhir terkait kemungkinan eskalasi dengan Iran.”
Lebih awal pada Rabu (11/6), menteri pertahanan Iran mengancam akan menargetkan pangkalan AS di wilayah tersebut jika terjadi konflik antara kedua negara sehubungan dengan program nuklir Teheran.
“Jika perang dipaksakan pada Iran, AS pasti akan mengalami lebih banyak kerugian daripada kami,” kata Brigjen Aziz Nasirzadeh kepada wartawan di sela-sela pertemuan Kabinet di Teheran.
