Penangkapan Pemimpin Pejuang Palestina di Suriah, MUI: Amerika Mengendalikan
BERITA TERBARU INDONESIA,JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim memberikan tanggapan terkait penahanan dua pemimpin senior Brigade al-Quds, kelompok militer Jihad Islam Palestina (PIJ) yang dilakukan oleh otoritas Suriah pada Selasa (23/4/2025). Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari janji Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi ekonomi jika tidak ada lagi pejuang Palestina di Suriah.
Sudarnoto menyatakan bahwa kejadian di Suriah ini mencerminkan tantangan besar yang berhubungan dengan Palestina dan negara-negara di sekitarnya. Menurutnya, negara-negara tertentu yang terjebak dalam kepentingan Amerika adalah isu yang patut diperhatikan.
“Contohnya seperti Suriah ini, yang harus mengikuti pilihan yang diberikan oleh Amerika, termasuk penangkapan pejuang Palestina,” ujar Sudarnoto kepada BERITA TERBARU INDONESIA, Jumat (25/4/2025).
Ketua MUI tersebut menjelaskan bahwa tindakan Amerika terhadap Suriah merupakan cara AS untuk mendukung Israel. Ini juga merupakan upaya untuk mempertahankan kepentingan AS di Timur Tengah dengan memecah belah kekuatan yang ada di kawasan tersebut.
Sudarnoto menyebutkan bahwa negara-negara yang menjalin hubungan normalisasi dengan Israel, tentunya tidak dapat mengambil langkah maksimal dalam upaya membela Palestina.
“Jadi bukan hanya soal konflik antara Hamas dan Fatah, tetapi saya juga melihat upaya lebih yang dilakukan Amerika untuk memecah kekuatan-kekuatan yang membela Palestina, seperti yang ada di Suriah atau bahkan di tempat lain termasuk Iran,” ungkap Sudarnoto.
