Tesla Tak Hanya Ditinggal BYD, Merek China Ini Juga Mengungguli
BERITA TERBARU INDONESIA, Ketertarikan konsumen terhadap merek Tesla menurun secara global. Berdasarkan survei UBS di China, Tesla disalip tidak hanya oleh BYD, tetapi juga oleh merek China lainnya.
Di China, Tesla turun menjadi 14 persen sebagai pilihan merek EV teratas, turun dari 18 persen tahun lalu. “Sekarang berada di belakang BYD dan Xiaomi,” kata tim analis UBS Joseph Spak dalam catatan penelitian mereka baru-baru ini.
- Terus Dijauhi Orang Eropa, Penjualan Tesla Anjlok Kebangetan, Ini Penyebabnya?
- Chairman Tesla Bantah Cari CEO Baru untuk Gantikan Elon Musk
- Pasarnya Terus Direbut BYD, Ini Tekanan yang Dirasakan Staf Penjualan Tesla
Secara lebih luas, konsumen China lebih memilih untuk membeli merek lokal daripada Tesla, meskipun Tesla lebih disukai dibandingkan dengan merek asing lainnya, menurut tim tersebut.
“Di China, kami melihat persaingan ketat dan Tesla tidak lagi dipandang sebagai pemimpin teknologi,” tulis catatan tersebut.
Bagi Tesla, China merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Pada kuartal pertama, penjualan ritel Tesla di China mencapai 134.607 unit, naik 1,65 persen dari tahun ke tahun, tetapi turun 31,64 persen dari kuartal keempat 2024, menurut data yang dikumpulkan oleh CnEVPost.
Penjualan ritel di China menyumbang 40 persen dari 336.681 pengiriman global Tesla pada kuartal pertama.
Menurut data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) pada periode Januari-April, penjualan ritel Tesla di pasar domestik China mencapai 163.338 unit, turun 0,31 persen dari tahun ke tahun.
Data yang dikumpulkan oleh CnEVPost menunjukkan bahwa pangsa Tesla di pasar kendaraan listrik bertenaga baterai (BEV) China adalah 7,96 persen pada Januari-April, turun dari 11,44 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Catatan penelitian UBS juga menyoroti tantangan yang dihadapi Tesla di pasar AS dan Eropa.
“Di AS, kami melihat saturasi Tesla (kurang dari 48 persen pangsa BEV AS), pilihan kendaraan terbatas, dan masalah keterjangkauan,” demikian bunyi catatan tersebut.
Di Eropa, keterlibatan politik CEO Tesla Elon Musk mungkin telah merusak mereknya, kata UBS.
Secara global, 36 persen konsumen mempertimbangkan Tesla, turun dari 39 persen tahun lalu, menurut UBS.
“Sebagai pilihan utama BEV konsumen, pangsa Tesla turun menjadi 18 persen dari 22 persen tahun lalu,” kata bank tersebut.
Di AS, Tesla sebagai pilihan utama turun menjadi 29 persen dari 38 persen tahun lalu, dan di Eropa, turun menjadi 15 persen dari 20 persen tahun lalu. Di Eropa, Audi dan BMW melampaui Tesla dalam pertimbangan merek,” kata UBS.
