Jumlah Tentara Tewas Israel di Gaza Terungkap, Angka yang Mengejutkan!
BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV— Seorang perwira militer Israel menyatakan bahwa lebih dari 10 ribu tentara tewas dan terluka selama konflik di Jalur Gaza.
Media Israel melaporkan adanya kritik yang meningkat di dalam tubuh militer terkait sistem cadangan yang digunakan.
“Kami kehilangan lebih dari 10 ribu tentara yang tewas atau terluka, dan ribuan lainnya berulang kali mengalami gangguan stres pascatrauma,” kutip surat kabar Yediot Aharonot dari seorang komandan batalion yang tidak disebutkan namanya di militer Israel, seperti dikutip dari Aljazeera pada Rabu (4/6/2025).
Pihak militer Israel mengkonfirmasi tiga prajurit berpangkat sersan satu tewas dalam pertempuran di bagian utara Jalur Gaza pada Senin (2/6/2025), ketika kendaraan militer Hummer mereka diserang di Jabalia, utara Jalur Gaza, dan dua petugas pemadam kebakaran terluka.
Pernyataan singkat dari militer Israel pada Selasa menyebutkan bahwa korban tewas dan luka-luka adalah dari batalyon kesembilan Brigade Infanteri Givati.
Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa tiga tentara tewas dan 11 lainnya terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis, ketika kendaraan militer Hummer diserang di Jabaliya, utara Jalur Gaza.
Kelompok Al-Qassam menyatakan bahwa pejuangnya terlibat dalam bentrokan sengit dengan tentara Israel dari jarak sangat dekat di timur kamp pengungsi Jabalia, mengonfirmasi bahwa tentara Israel tewas dan terluka, yang juga dikonfirmasi oleh Hamas.
Keluhan dan Kritik
Sementara itu, Yedioth Ahronoth mengutip sumber militer yang menyatakan dalam beberapa minggu terakhir, tentara Israel menerima keluhan dan kritik dari perwira dan komandan terkait sistem cadangan militer.
Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa perwira-perwira tersebut mengeluhkan kebijakan baru yang memungkinkan tentara dipanggil kembali untuk bertugas di medan tempur setelah lebih dari 72 hari dinas.
Kritik tersebut muncul setelah tentara secara tiba-tiba memanggil prajurit cadangan untuk kembali bertugas di Gaza.
Sumber-sumber mengungkapkan bahwa banyak perwira cadangan juga mengeluh karena komandan mereka tidak hadir selama periode dinas tambahan.
