Pengakuan Mengejutkan Tentara Israel yang Menolak Bertugas di Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON— Kritik terhadap operasi tentara Israel di Gaza terus bermunculan, terbaru dari laporan media Inggris The Times.
Media tersebut mewawancarai beberapa prajurit cadangan tentara Israel yang menolak untuk kembali bertugas, menganggap konflik ini tidak ada akhirnya.
- Media Israel Bongkar Mediasi Rahasia Akhiri Sidang Korupsi Netanyahu, Tetapi Gagal
- Serangan Rudal Iran Dahsyat, tapi Mengapa Korban Israel Sedikit? Ternyata Ini Penjelasannya
- Abu Ubaidah: Israel Melemparkan Tentaranya ke Dalam Lumpur Gaza Hingga Pemakaman Mereka
Seorang prajurit yang telah bertugas selama 270 hari, namun menolak panggilan terakhirnya dan menerima hukuman 25 hari penjara, menjelaskan alasannya.
Dia mengaku trauma dengan konflik yang berlarut-larut tanpa tujuan jelas, serta pengabaian terhadap nyawa para sandera dan kematian warga sipil tak berdosa.
“Mereka ingin menghancurkan Hamas, tetapi Hamas masih ada. Mereka mengklaim berupaya menghindari bencana kemanusiaan di Gaza, namun kenyataannya tidak demikian,” ungkap tentara Israel itu.
BACA JUGA: Rudal Iran dengan Hulu Ledak Lebih dari 1 Ton Bikin Israel Tercengang, Militer Lakukan Investigasi
Sementara itu, koran Inggris juga mengutip seorang pekerja sosial cadangan Israel yang menuturkan bahwa apa yang dia saksikan di Rafah “hanyalah penembakan, pembunuhan, dan pengusiran,” seraya menambahkan “tentara tidak lagi melihat warga Gaza sebagai manusia.”
“Pasukan cadangan runtuh, dan tingkat partisipasi dalam layanan militer telah menurun drastis,” tambah The Times, mengutip pekerja sosial tersebut.
