The Fed Diprediksi Akan Kurangi Suku Bunga Dua Kali, Berikut Jadwalnya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, akan mengurangi suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2025. Penurunan suku bunga atau fed fund rate (FFR) ini diharapkan terjadi pada akhir semester kedua.
“Kami memprediksi FFR akan turun dua kali, yakni sekali pada bulan September dan sekali lagi pada bulan Desember,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2025 yang dilaksanakan secara daring, Rabu (21/5/2025).
- BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen pada RDG Mei 2025
- BI Pangkas Suku Bunga, Ekonom: Momentum Tepat Pulihkan Konsumsi dan Investasi
- BI Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global di 2025 Jadi 3 Persen
Perkiraan ini dibuat BI dengan mempertimbangkan pergerakan angka inflasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Perry menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global saat ini bergerak positif, seiring dengan adanya diskusi atau kesepakatan sementara (selama 90 hari) antara AS dan China tentang penurunan tarif impor.
Kesepakatan ini berhasil meredakan ketegangan perang dagang yang disebabkan oleh tarif tinggi antara dua negara besar tersebut. Dengan dinamika terbaru terkait meredanya perang dagang ini, BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan sedikit meningkat dari proyeksi sebelumnya.
Menurut analisis para dewan gubernur BI, pertumbuhan ekonomi global pada 2025 diperkirakan akan mencapai 3 persen. Angka ini naik 0,1 persen dari perkiraan pada RDG April 2025 yang sebesar 2,9 persen.
Sementara itu, Perry menuturkan bahwa penurunan tarif diharapkan dapat menurunkan proyeksi inflasi AS. Ia menyebutkan bahwa inflasi yang sebelumnya diperkirakan meningkat drastis ternyata tidak setinggi perkiraan, sehingga proyeksi inflasi AS pun menurun.
“Dan oleh karena itu kami memperkirakan FFR akan turun dua kali. Inilah yang juga menjadi salah satu penyebab pergeseran aliran modal yang tidak hanya menuju negara dengan aset aman tetapi juga mulai masuk ke pasar berkembang termasuk Indonesia,” jelasnya.
