Trump: Iran Berpeluang Lagi
BERITA TERBARU INDONESIA, NEW YORK — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran “mungkin memiliki kesempatan lain” untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.
Pernyataan tersebut muncul pada Jumat setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap program rudal balistik dan nuklir Iran yang mengakibatkan sedikitnya 86 orang tewas dan 341 lainnya terluka.
- Badan Bank Tanah Sosialisasikan Tata Kelola Tanah untuk Taruna STPN Yogyakarta
- DPR Minta Pemerintah Pusat Segera Mediasikan Sengketa Empat Pulau, Jangan Sampai Picu Konflik
- Jangan Takut Rambut Berantakan Pascaperawatan Rambut Rontok
“Mereka (Iran) telah melewatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan. Sekarang mungkin ada peluang lain. Kita lihat saja nanti,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan salah satu media utama.
Ketika ditanya mengapa dia percaya bahwa Iran bersedia kembali berunding setelah serangan Israel, Trump menjelaskan bahwa beberapa pejabat Iran telah menghubunginya untuk menyatakan minat mereka.
“Mereka menelepon saya untuk membicarakan hal itu,” tambah Trump.
Saat diberi pertanyaan siapa yang menghubunginya, dia menjawab, “Orang-orang yang sebelumnya kami ajak bekerja sama… Banyak dari mereka kini sudah tiada.”
Putaran keenam perundingan tidak langsung antara AS dan Iran dijadwalkan digelar pada Minggu di Oman. Namun, belum ada kepastian apakah pertemuan tersebut akan tetap berlangsung setelah serangan Israel terhadap Iran dan balasan Iran terhadap Israel.
Trump tampak memuji serangan Israel dengan mengatakan: “Mereka memiliki peralatan terbaik di dunia, yaitu peralatan buatan Amerika.”
Pada Jumat pagi, Israel melancarkan serangan besar-besaran dengan sekitar 200 jet tempur yang menargetkan program nuklir dan rudal jarak jauh Iran. Beberapa pejabat militer senior dan ilmuwan nuklir Iran menjadi korban dalam serangan tersebut.
Pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa operasi militer “terarah” akan diteruskan jika diperlukan.
Iran telah bersumpah akan memberikan “hukuman berat” dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa serangan oleh Israel dilakukan secara “sepihak,” dan memperingatkan Iran untuk tidak menyerang target-target milik AS sebagai balasan.
