Setelah Menangkap Pejuang Palestina, Suriah Berencana Bergabung dengan Perjanjian Abraham
BERITA TERBARU INDONESIA, DAMASKUS — Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa dilaporkan menunjukkan kesiapan untuk membuka kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik antara Suriah dan Israel. Kesediaan ini diungkapkan kepada dua anggota kongres AS yang baru-baru ini mengunjungi Damaskus.
Pada hari Jumat pekan lalu, anggota kongres AS, Corry Mills dan Marlin Stutzman melakukan kunjungan ke Suriah untuk bertemu dengan beberapa pejabat lokal, menandai kunjungan pertama anggota parlemen AS ke negara itu sejak jatuhnya rezim Bashar Al Assad pada 8 Desember 2024.
- Fakta Baru Pembunuhan 15 Paramedis Palestina, Israel Tembaki Ambulans 3,5 Menit dari Dekat
- Ketua Umum MUI Menyeru Jihad Bantu Palestina dari Kezaliman Zionis Israel
- Al-Sharaa Dilaporkan Siap Normalisasi Hubungan Suriah-Israel
Menurut laporan dari sumber berita terkemuka, Corry Mills juga sempat bertemu dan berdiskusi dengan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa, yang merupakan mantan pemimpin pasukan pemberontak. Ia menyampaikan bahwa pemerintah Suriah tertarik untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham, “dalam kondisi yang tepat”.
Al-Sharaa, seperti yang dikutip Mills, juga terbuka untuk menjelaskan rencana terkait keberadaan pasukan asing di Suriah serta memberikan jaminan kepada Israel, yang masih skeptis terhadap kepemimpinannya dan menentangnya secara diplomatis.
Kepada sumber berita tersebut, Mills menyampaikan bahwa ia akan membawa surat dari Al-Sharaa kepada Presiden AS Donald Trump. Ia juga akan memberikan penjelasan terkait perjalanannya ke Damaskus kepada Trump dan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz.
“Saya optimis dan berupaya menjaga dialog yang terbuka,” kata Mills.
Didukung oleh pemerintahan Trump pada 2019, Perjanjian Abraham menjadi sebuah kesepakatan untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, yang telah ditandatangani oleh beberapa negara Arab termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan. Adapun, “kondisi yang tepat” yang dimaksud sebagai syarat normalisasi dari Al-Sharaa belum dijelaskan lebih lanjut, namun jika benar, diyakini termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah utara Suriah dan pengurangan serangan udara terhadap Suriah.
