Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Zionisme, Imperialisme, dan Kolonialisme di Palestina
  • Berita

Zionisme, Imperialisme, dan Kolonialisme di Palestina

Rizky Maulana Agustus 10, 2025
zionisme-imperialisme-dan-kolonialisme-di-palestina

Zionisme, Imperialisme, dan Kolonialisme di Palestina

Bagaimana kita dapat memahami akar konflik antara Arab dan Yahudi di Palestina? Dan apa solusi untuk masalah ini? Dalam kesempatan ini, saya ingin mengutip pandangan kritis dari Edward Said yang sudah meninggal, seorang intelektual Palestina yang tinggal di Amerika. Menurutnya, imperialisme dan kolonialisme adalah dua istilah yang paling relevan untuk menjelaskan akar dari konflik ini. Imperialisme adalah teorinya, sedangkan kolonialisme adalah praktiknya.

Imperialisme memberikan kerangka teoretis tentang bagaimana kaum pribumi dipandang, dilihat, dan kemudian diperlakukan. Dalam kasus Palestina, pandangan-pandangan filosofis ini diproduksi dan direproduksi di berbagai bidang: akademik, sastra, politik, dan media. Berikut beberapa kutipan yang disampaikan oleh Said.

Conder, seorang penulis, menggambarkan orang Arab dengan ungkapan berikut: ‘mereka sangat bodoh, fanatik, dan terutama pembohong besar’. Penulis lain, Kitchener, menyatakan dalam bahasa yang berbeda, namun dengan makna yang sama pejoratif: ‘perusak yang kejam, tidak berpendidikan’.

Selaras dengan itu, Drake juga mengemukakan bahwa orang Arab, ‘para fellahin, semuanya adalah tipe kemanusiaan terburuk’. Flinders Petrie menggunakan kata ‘liar’ untuk menyebut orang-orang Arab, sementara Stanley Cook menuduh bahwa ada ‘kelemahan bawaan dalam karakter penduduk Arab’; ada ‘kerusakan yang cepat’ dan peradaban Arab tak lebih dari ‘tipu muslihat’. Di atas segalanya, Macalister menutup penilaiannya tentang orang Arab dengan kesimpulan absurd: ‘negeri yang paling tidak progresif di muka bumi’.

Berdasarkan pandangan-pandangan tersebut, maka ‘kaum pribumi’ dianggap tidak pernah eksis, hanya ada pada tingkat frase, bukan substantif. Orang Arab dianggap tidak relevan. Palestina adalah ‘tanah kosong’, sementara jutaan penduduk Arab yang telah menghuni tanah tersebut selama berabad-abad tak lebih dari sekadar kerumunan kosong tak bernilai. Dalam bahasa Rabbi Meir Kahane: mereka hidup di tempat dan waktu yang salah. Jika demikian, kemana Arab Palestina itu harus pergi?

Kahane menjawab dengan sederhana: ‘Saya tidak peduli’. Pandangan inilah yang kemudian menjadi legitimasi bagi kedatangan orang-orang ‘beradab’ yang akan memberikan nilai beda terhadap ‘Arab yang tidak beradab’. Untuk konteks Palestina, para pendatang ‘beradab’ itu adalah Yahudi Eropa dan Amerika, untuk mentransformasikan ‘tanah kosong’ itu, dari ‘Timur yang gelap’ menjadi ‘Barat yang terang’.

Continue Reading

Previous: Kebijakan Royalti untuk Melindungi Kreator dan Pengguna Musik
Next: Menteri Sosial Konfirmasi 600 Ribu Penerima Bansos Terlibat Judi Online, 228 Ribu Dicoret dari Daftar

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.