Produksi Energi Hijau China Lampaui PLTU untuk Pertama Kalinya
BERITA TERBARU INDONESIA, BEIJING — China telah memasuki era baru dalam pengelolaan energi. Tidak lagi terlalu bergantung pada energi termal yang sebagian besar dihasilkan oleh PLTU, kini Negeri Tirai Bambu semakin mengandalkan produksi energi ramah lingkungan yang berasal dari tenaga surya dan angin.
Pada kuartal pertama tahun 2025, energi baru dari sumber tenaga surya dan angin menghasilkan 74,33 juta kilowatt, menjadikan total kapasitas jaringan mencapai 1.482 miliar kilowatt,” ungkap Administrasi Energi Nasional China dalam sebuah pernyataan.
- Geber Boikot, AWG: Super Efektif Tekan Kebiadaban Israel
- Pejabat Rendah Israel Hadiri Pemakaman Bapak Suci, Media Zionis: Vatikan Sangat Kecewa
- Mentan Amran Sulaiman Bahas Pengembangan Pertanian di Palestina
Ditambahkan bahwa ini melampaui produksi energi termal untuk pertama kalinya, yang mencapai 1.451 miliar kilowatt, tanpa menyebutkan detail lebih lanjut tentang kategori tersebut.
Menurut laporan, China, sebagai penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, telah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon pada tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.
Meskipun sebelumnya China sebagian besar menghasilkan energi dari batu bara, kini mereka memproduksi energi dari matahari dan angin dua kali lipat dari gabungan seluruh dunia, berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu.
Pada hari Rabu, Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa upaya Tiongkok dalam melawan pemanasan global “tidak akan melambat… apa pun keadaan internasionalnya,” setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari Perjanjian Iklim Paris.
