Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Ekonomi
  • Mengatasi Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
  • Ekonomi

Mengatasi Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Dedi Saputra Mei 11, 2025
mengejar-ketertinggalan-literasi-dan-inklusi-keuangan-syariah

Mengatasi Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi dan inklusi keuangan syariah tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan yang konvensional.

Indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masing-masing berada di angka 43,42 persen dan 13,41 persen. Sementara itu, untuk keuangan konvensional, indeks tersebut mencapai 66,45 persen dan 79,71 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara keuangan syariah dan konvensional.

  • Bank Mega Syariah Bukukan Pendapatan Rp 320 Miliar
  • KNEKS Dorong Produk Aceh Go International Lewat KDMP Syariah
  • KB Bank Syariah Buka Kantor Fungsional di RS Aisyiyah Kudus

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan pekan lalu bahwa data tersebut menyoroti tantangan dalam inklusi keuangan syariah, yang memerlukan peningkatan akses layanan keuangan syariah. Ini penting mengingat tingkat literasi keuangan syariah masyarakat sudah cukup baik.

Pertumbuhan inklusi keuangan syariah masih terbatas, dari 12,88 persen pada SNLIK 2024 menjadi 13,41 persen pada SNLIK 2025, baik melalui metode keberlanjutan maupun cakupan DNKI.

Di sisi lain, peningkatan literasi keuangan syariah cukup menggembirakan, dari 39,11 persen pada SNLIK 2024 menjadi 43,42 persen pada SNLIK 2025 (keberlanjutan maupun cakupan DNKI).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada peningkatan inklusi keuangan syariah.

Friderica, yang sering dipanggil Kiki, menyampaikan bahwa masyarakat sebenarnya menginginkan akses keuangan syariah di Indonesia lebih merata. Masalah ini sudah disampaikan OJK kepada pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) syariah.

“Inovasi perlu dipikirkan agar dapat meningkatkan akses masyarakat kepada PUJK syariah ini,” ujarnya.

OJK mendorong PUJK syariah untuk memperbanyak agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor) dan layanan ATM bank syariah.

Langkah ini dinilai dapat mempermudah akses keuangan syariah bagi masyarakat, termasuk di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Agen Laku Pandai syariah juga diharapkan mampu bersaing dengan bank konvensional.

Selain itu, OJK mendorong pengembangan produk syariah yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Menurut Kiki, banyak masyarakat menyampaikan bahwa produk syariah yang ada saat ini belum memenuhi harapan mereka.

“Tanyakan konsumen, nasabah, atau calon nasabah tentang kebutuhan mereka. Hal ini harus didorong agar inovasi berbasis kebutuhan, need atau demand dari konsumen potensial mereka,” tegas Kiki.

OJK juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan PUJK syariah.

Sebelumnya, OJK sudah mengadakan kampanye Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Continue Reading

Previous: Anak SMP di Bandung Barat Diduga Menjadi Korban Pelecehan, Ini Langkah Polisi
Next: Tanggapan RS Pertamina Cirebon Mengenai Dugaan Pelecehan oleh Perawat

Related News

  • Ekonomi

Peningkatan Premi BRI Insurance Mencapai 13,3 Persen

Intan Permatasari Agustus 11, 2025
  • Ekonomi

Pesanan Naik 113 Persen di GIIAS 2025, Chery Sasar Pasar Bandung dengan Produk Baru di Mall PVJ

Rina Kartika Agustus 11, 2025
konsesi-pelabuhan-saatnya-investasi-berbicara-lebih-dari-sekadar-angka
  • Ekonomi

Konsesi Pelabuhan: Waktu untuk Investasi Membuktikan Diri Lebih dari Sekadar Angka

Intan Permatasari Agustus 10, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.