BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Babak baru konflik di Timur Tengah telah dimulai.
Amerika yang sebelumnya membombardir wilayah Yaman secara intensif kini memutuskan untuk menghentikan serangannya.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa serangan udara terhadap Yaman akan dihentikan. Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat menerima jaminan positif dari Yaman terkait penghentian serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
- Kerja Sama dengan Saudi, Mendiktisaintek: Visiting Professors, Joint dan Double Degree
- Empat Koper Jamaah Haji RI Berisi Rokok Disita Bea Cukai Madinah
- Israel Bombardir Bandara Sana’a, Houthi Gelorakan Jihad
Pernyataan Trump disampaikan saat konferensi pers di Gedung Putih, ketika ia menjamu Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya “mempercayai kata-kata Yaman” terkait penghentian serangan sebagai imbalan atas diakhirinya serangan AS, meskipun “belum ada kesepakatan resmi.”
Presiden AS menyampaikan bahwa warga Yaman tidak menginginkan perang. “Amerika akan menghentikan pemboman mereka, dan kami akan menghormati janji mereka bahwa mereka tidak akan lagi menargetkan kapal.”
Ia menambahkan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan apa yang ia sebut sebagai “keinginan tulus untuk ketenangan.” Menurutnya, tidak perlu melanjutkan serangan udara selama Yaman berkomitmen untuk menghentikan operasi di laut.
Kelanjutan perundingan di Oman
Seorang pejabat pertahanan mengonfirmasi bahwa “militer AS menerima instruksi pada Senin malam untuk menghentikan serangan terhadap Yaman.”
Sumber tersebut menambahkan bahwa “orang Oman, yang telah lama bertugas sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Sanaa, memfasilitasi pembicaraan ini.”
