Cek Kesiapan Tenda Arafah dan Mina, Dirjen PHU: Sudah Lebih Baik
Persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina terus dimatangkan. Pihak berwenang di Saudi serta Syarikah yang bertanggung jawab terhadap kompleks tenda haji Indonesia, baik di Arafah maupun di Mina, terus menambah sejumlah infrastruktur pendukung.
Beberapa fasilitas pendukung seperti toilet bertingkat, kipas angin, lemari pendingin, pemanas air, hingga kasur telah disiapkan untuk jamaah Indonesia.
Penyiapan fasilitas ini terlihat saat kunjungan Direktur Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, beserta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ke tenda di Arafah dan Mina.
Hilman yang tiba di tenda Arafah sekitar pukul 09.30 waktu setempat langsung mengecek dan masuk ke salah satu tenda. Kasur terlihat berjajar rapi dengan selimut putih. Pendingin ruangan berfungsi untuk menyejukkan tenda di tengah panas yang menyengat di luar.
Ukuran kasur cukup minimalis, hanya cukup untuk satu tubuh orang Indonesia, dengan panjang sekitar 175 sentimeter dan lebar 50 sentimeter.
Selain tenda, Hilman Latief juga memeriksa toilet bertingkat dan dapur. Di toilet bertingkat, Hilman naik ke lantai dua untuk memastikan air berfungsi dengan baik. Tampak pembatas toilet yang masih dalam pengerjaan.
Ia juga mengunjungi sebuah ruangan yang difungsikan sebagai dapur. Di dalamnya terdapat panci dan oven berukuran besar.
Setelah mengecek tenda di Arafah, Hilman dan rombongan melihat persiapan di Mina. Sama seperti di Arafah, Hilman memeriksa kondisi di dalam tenda Mina, mencoba kasur, hingga mengecek toilet. Air di toilet sudah mengalir dan AC di tenda sudah menyala.
“Kami memastikan tenda yang akan digunakan oleh jamaah sudah tersedia dan dalam kondisi baik, termasuk fasilitasnya, kasur yang disediakan, pendingin ruangan, air, toilet, dan lain-lain,” ujar Hilman Latief di Mina, Makkah, Senin (26/5/2025).
Ia berharap dengan berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah Saudi di berbagai maktab (markaz) akan memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi jamaah.
Latief juga menekankan agar tidak ada permasalahan, terutama untuk pendingin ruangan atau air conditioner tenda serta fasilitas sanitasi.
“Alhamdulillah, dengan paket yang kita sepakati dengan para syarikat, dengan mitra kita, sejujurnya kita sudah melihat bahwa banyak perbaikan, fasilitas, konbloknya, fasilitas listrik sudah tidak banyak apa-apa lagi di luar,” ujarnya.
“Sistem AC juga sudah lebih baik, dan kami juga meminta kepada pimpinan syarikat untuk memastikan itu,” tambahnya.
Pada tahun ini, pelayanan untuk 203 ribu jamaah Indonesia dilakukan oleh 8 syarikah. Begitu pula saat di Arafah dan Mina, tempat istirahat dilayani oleh 8 syarikat.
Berdasarkan pantauan, terlihat papan atau tanda syarikat pengelola saat memasuki kompleks pertendaan. Total tercatat ada 60 markaz di Arafah. Dengan rincian pengelola, Rawaf Mina 4 Markaz, MCDC (4), Rakeen Mashariq (13), Sana Mashariq (11), Al Bait Guest (11), Al Rifadah (5), Rifad (3), dan Rehlat & Manafea (9).
