Dahnil Klaim Ada Pungli dalam Safari Wukuf, Ini Tanggapan Kemenag
Laporan Jurnalis BERITA TERBARU INDONESIA Teguh Firmansyah dari Makkah, Arab Saudi.
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa program safari wukuf tidak dipungut biaya, sepenuhnya gratis. Program ini dirancang untuk jamaah haji yang mengalami sakit atau memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak bisa berjalan menuju Arafah.
“Ya, perlu kami sampaikan bahwa safari wukuf ini adalah program yang sudah lama dan kami tidak memungut biaya apapun dari pasien atau jamaah,” ungkap Direktur Jenderal Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh, Hilman Latief, di Hotel Transit Safari Wukuf, Selasa (10/6/2025).
Menurut Hilman, safari wukuf ini berada di bawah Kementerian Agama dan dirancang khusus untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan lainnya. Ada juga safari yang dikelola oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang menangani jamaah dengan kondisi sakit.
“Program ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan insyaallah kami tidak memungut biaya apapun dari jamaah secara langsung,” kata Hilman.
Menanggapi kabar yang beredar terkait pungutan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya menyangkut hubungan antara jamaah dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau para pembimbingnya masing-masing.
Beberapa jamaah berkomunikasi dengan pembimbing atau pimpinan KBIH terkait biaya pendorong kursi roda, baik saat umrah wajib, umrah sunnah, maupun kegiatan lain di Tanah Suci, terutama di Masjidil Haram.
“Dan itu tidak dalam konteks safari wukuf. Mungkin ada jamaah yang melaporkan bahwa mereka telah membayar kepada orang yang membantu, dan kebetulan orang tersebut juga terpilih dalam kondisi tertentu untuk ikut safari wukuf,” jelasnya.
