Peringatan Dokter Tentang Risiko Mengobati Penyakit Kulit Tanpa Konsultasi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Banyak orang yang sering mendiagnosis dan merawat masalah kulit sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Langkah ini mungkin tampak praktis, namun dokter spesialis kulit menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat fatal bagi kesehatan kulit.
“Banyak orang menganggap mereka bisa menangani masalah kulit sendiri. Mereka menyuntikkan obat sendiri, menggunakan krim tanpa resep, padahal itu sangat berbahaya,” ujar dr Satish Bhatia, seorang dokter spesialis kulit dari Indian Cancer Society.
- Wulan Guritno Bagikan Kiat Rawat Kulit Sehat di Usia 40-an
- Ulasan Film Superman: Lebih Segar, Relevan, dan Realistis
- Tuai Kecaman, Lafaz Allah Jadi Latar Visual Festival Musik Waterbomb Korea
Menurut Bhatia, ada banyak risiko dari kebiasaan self-diagnosis dan self-medication. Berikut ini penjelasannya:
1. Salah diagnosis
Beberapa penyakit kulit memiliki gejala yang mirip. Bhatia mengatakan, ruam ringan yang tampaknya sepele bisa jadi merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius. Salah dalam mendiagnosis dan memilih perawatan dapat membuat penyakit tak kunjung sembuh atau bahkan memperburuk kondisi.
2. Risiko infeksi
Menyuntikkan obat pada area kulit tanpa pengawasan medis dan tidak higienis dapat menyebabkan infeksi serius. Dalam kasus yang parah, ini bisa mengakibatkan abses atau bahkan komplikasi berbahaya seperti sepsis.
3. Risiko reaksi
Produk-produk yang dijual bebas dapat memicu reaksi alergi. Tanpa tahu pasti apa yang dibutuhkan kulit, Anda bisa mengalami iritasi, bengkak, atau reaksi lain yang tidak diinginkan.
4. Kulit rusak permanen
Pemakaian obat yang tidak sesuai, seperti krim steroid yang terlalu kuat atau obat suntik kosmetik yang dilakukan sendiri, berisiko merusak kulit secara permanen. Ini juga bisa menyebabkan kulit menipis dan perubahan warna kulit.
5. Menutupi penyakit serius
Mengobati gejala secara mandiri dapat menutupi tanda-tanda awal penyakit serius seperti kanker kulit atau gangguan autoimun, sehingga diagnosis dan pengobatan menjadi tertunda.
6. Berdampak pada kesehatan secara keseluruhan
Banyak produk yang dijual online tidak melalui pengawasan ketat. Beberapa di antaranya bahkan mengandung bahan berbahaya atau dosis yang tidak tepat, yang bisa membahayakan kulit maupun kesehatan secara keseluruhan.
