Garuda Tegaskan Tidak Ada Penghentian Operasional 15 Pesawat karena Biaya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menepis kabar yang menyatakan maskapai tersebut menghentikan sementara operasional 15 pesawatnya akibat kesulitan membayar biaya perawatan. Pesawat tersebut sudah dijadwalkan untuk masuk daftar tunggu perawatan rutin.
Dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (7/5/2025), Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan menyatakan bahwa 15 pesawat tersebut telah terjadwal untuk menjalani perawatan rutin yang seharusnya berlangsung tahun depan.
- 15 Pesawat Dikandangkan, Ini Kata Garuda Indonesia
- Garuda Indonesia Terbangkan 4.158 Jamaah Calon Haji di Hari Pertama
- Garuda Siapkan Program Haji Ramah Lansia Layani Jamaah Tahun Ini
Namun, ia menambahkan bahwa perusahaan sedang mempercepat proses agar 15 pesawat tersebut dapat masuk antrean perawatan pada tahun ini.
“Jadi memang kalau mau dibilang di-grounded 15 pesawat itu sebetulnya kurang pas, memang antrean (perawatan) itu masih tahun depan,” kata Wamildan.
Sebelumnya, laporan dari Bloomberg mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia menghentikan sementara operasional 15 pesawatnya. Pesawat tersebut terdiri dari 1 pesawat Garuda dan 14 pesawat Citilink.
Laporan Bloomberg menyebut bahwa alasan utama di balik penghentian operasional sejumlah pesawat ini adalah kesulitan keuangan yang dialami oleh Garuda Indonesia dalam membayar biaya perawatan pesawat.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa tekanan finansial yang dialami maskapai pelat merah itu membuat beberapa pemasok suku cadang meminta pembayaran di muka sebelum pelaksanaan perawatan.
