Pernyataan Netanyahu: Mendukung Israel atau Hamas? Respon Keras dari Qatar
BERITA TERBARU INDONESIA, DOHA — Dalam situasi krisis di Timur Tengah yang melibatkan aksi militer Israel di berbagai wilayah, Perdana Menteri Netanyahu memprovokasi negara-negara yang selama ini berperan dalam negosiasi damai, seperti Qatar.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, Netanyahu menyatakan melalui kantornya bahwa “sudah saatnya bagi Qatar untuk berhenti bermain dengan standar ganda dan memutuskan apakah akan mendukung peradaban (Israel) atau kebiadaban (Hamas),” ujarnya.
- Gegara Ayamnya Berkokok, Warga Inggris Ini Didenda Rp 85 Juta
- Aplikasi dengan AI Digunakan ‘Pembunuh’ untuk Temukan Jamur Beracun, 3 Orang Tewas
- Media Arab: Dua Pasukan Khusus Israel Tewas Terkena Ledakan Ranjau Hamas
Media tersebut melaporkan bahwa Netanyahu kembali mengkritik negara-negara yang berperan dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran tahanan, kali ini melalui akun berbahasa Inggris Kantor Perdana Menteri.
Surat kabar itu menjelaskan bahwa ini bukan pertama kalinya Netanyahu mengkritik Qatar dan mendesak negara itu untuk “memilih salah satu pihak.” Bulan lalu, ia memberikan wawancara kepada saluran Kristen Amerika “Christian Day Star” dan mengecam keras perilaku Qatar, menurut surat kabar tersebut.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Netanyahu didasarkan pada kasus ‘Qatargate’, dan penangkapan dua ajudan perdana menteri atas dugaan bekerja untuk mempromosikan kepentingan Qatar selama dan sebelum perang.
Media zionis menyoroti Netanyahu dalam skandal Qatargate atau dugaan korupsi dana dari Qatar. Kolumnis Haaretz Yossi Verter mengomentari pengungkapan tersebut, menggambarkannya sebagai “kotak Pandora paling berbahaya dalam sejarah Israel,” serta menggambarkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai noda pada reputasi negara dan ancaman terhadap integritas serta institusi yang tersisa dalam sistem politik.
Verter menyamakan perilaku Netanyahu dengan pemimpin geng kriminal yang berusaha membungkam lawan-lawannya dan melegitimasi tindakan yang diambil meskipun bertentangan dengan aturan.
Respon Qatar
Qatar menolak tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan menggambarkan pernyataannya sebagai sesuatu yang menghasut dan tidak bertanggung jawab.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan dalam sebuah posting di platform X bahwa Negara Qatar “dengan tegas menolak pernyataan-pernyataan yang menghasut dari Kantor Perdana Menteri Israel, yang tidak memiliki tanggung jawab politik dan moral yang memadai.”
