Survei: Gubernur Khofifah Terdepan dalam Sektor Penyediaan Listrik
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menunjukkan hasil yang memuaskan dalam survei Indikator Politik Indonesia. Survei menunjukkan, Khofifah lebih unggul dibandingkan Gubernur DKI Pramono Anung dan gubernur lainnya.
Hasil ini terlihat pada kategori summary dalam sektor penyediaan jaringan listrik di mana Khofifah mendapatkan 90 persen. Sementara, dalam survei yang sama, Pramono meraih 86 persen dan Deddy 89 persen.
- Kopdes Merah Putih: Momok, tetapi Menyimpan Peluang Besar
- Bedah Buku FDIKOM UIN Jakarta, Prof Gun Gun: Buku Ini Sentuh Geopolitik RI-Tiongkok
- Menkomdigi: Ruang Siber Menjadi Jantung Pertahanan Baru
“Khofifah adalah satu-satunya gubernur perempuan di Jawa dan telah dua kali menjabat sebagai Gubernur Jatim,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
Dia menambahkan bahwa capaian Khofifah tersebut mencerminkan performa yang sangat kompetitif. Hal ini menjadi indikator kuat atas keberhasilan kepemimpinan Khofifah di Jawa Timur.
Dia melihat Khofifah sebagai sosok petarung yang gigih dan konsisten dalam perjuangan politiknya. Khofifah pernah mengalami kekalahan dalam Pilgub melawan Soekarwo, namun kemudian berhasil bangkit dan meraih kemenangan dua kali berturut-turut setelahnya.
Survei ini, tambahnya, menjadi sinyal bahwa kinerja Khofifah mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Berdasarkan kepuasan kinerja gubernur dan wakil gubernur, Khofifah mendapatkan angka sebesar 75 persen dengan catatan keberhasilan dan strategi komunikasi yang lebih maksimal.
“Sosok petarung, karena pernah kalah beberapa kali saat melawan Pakde Karwo, mendapatkan 75 persen, cukup tinggi,” tambahnya.
Walaupun capaian ini sudah sangat baik, lanjut dia, Khofifah masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan elektabilitas jika strategi komunikasi publik dimaksimalkan. Salah satu poin yang ia tekankan adalah penggunaan media sosial yang belum optimal.
