Media Zionis: Shin Bet Dirikan Kelompok ISIS Khusus Gaza, Dipimpin Abu Shabab
BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV — Situasi krisis yang melanda Gaza kini memasuki fase yang berbeda. Tidak hanya sekadar konflik bersenjata dan ledakan yang terjadi, tetapi juga terdapat upaya perekrutan milisi asal Gaza yang mendukung Israel, dengan persetujuan dari Netanyahu, untuk dipersenjatai.
Media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa milisi di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza, mendapatkan dukungan dan persenjataan langsung dari Israel. Ini adalah bagian dari strategi yang dirancang untuk menghadapi Hamas. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kelompok ini terlibat dalam kegiatan penyelundupan dan pemerasan, tanpa adanya tujuan nasional Palestina yang jelas.
Pendekatan Baru di Gaza
Surat kabar ini melaporkan bahwa Shin Bet memimpin operasi rahasia untuk mempersenjatai kelompok di Rafah, dengan persetujuan langsung dari Netanyahu. Tujuan dari langkah ini adalah membentuk kekuatan lokal untuk menantang dominasi Hamas di wilayah selatan Gaza, dengan memperkuat kelompok-kelompok Badui yang selama ini menentang Hamas, berdasarkan laporan tersebut.
Menurut Yedioth Ahronoth, puluhan hingga ratusan senjata, termasuk pistol dan AK-47, telah dipindahkan dari Israel kepada kelompok ini, sementara mereka tetap menjalin hubungan ekonomi yang erat dengan ISIS di Sinai.
Dikatakan bahwa kelompok ini tidak memiliki perhatian terhadap perjuangan Palestina, tetapi lebih aktif dalam kegiatan penyelundupan, prostitusi, dan pemerasan. Selama konflik yang berlangsung, pejabat keamanan Israel mendiskusikan proposal untuk mengembalikan senjata yang disita di Gaza guna mempersenjatai faksi-faksi anti-Hamas, sebuah langkah yang menurut surat kabar ini telah dilakukan.
Pejabat mengonfirmasi bahwa inisiatif ini diprakarsai oleh Shin Bet, dengan dukungan dari militer Israel, sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan Hamas.
Abu Shabab sebagai Pemimpin
Kelompok ini, yang berafiliasi dengan Israel, dipimpin oleh Yasser Abu Shabab, seorang Badui berusia 32 tahun dari Rafah di bagian selatan Jalur Gaza. Ia memimpin kelompok yang dikenal sebagai “Pasukan Rakyat,” yang mengklaim memberikan bantuan dan melindungi warga sipil.
Sebelumnya, Abu Shabab dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia kriminal bawah tanah di Gaza, dengan dugaan keterkaitan dengan perdagangan narkoba dan kelompok ekstremis seperti ISIS. Kini, ia mengubah citranya menjadi komandan ‘Pasukan Rakyat’, sebuah unit yang mengklaim melindungi warga sipil dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan dari kekacauan serta cengkeraman Hamas.
