Ahli Menyatakan Serangan Israel ke Fasilitas Nuklir Iran Tidak Menimbulkan Efek Besar, Apakah Ini Tindakan Sia-sia?
BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kepada Reuters pada Jumat (13/6/2025) bahwa belum dapat dipastikan apakah Iran masih menjalankan program nuklirnya setelah serangan oleh Israel.
Namun demikian, sejumlah pakar menilai kerusakan pada fasilitas nuklir Iran masih terbilang terbatas.
Para ahli yang menganalisis citra satelit komersial menyimpulkan bahwa kerusakan di fasilitas nuklir Iran akibat serangan udara pertama yang dilancarkan oleh Israel pada Jumat pagi terlihat terbatas.
Serangan tersebut menewaskan komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran serta menghantam fasilitas komando dan kontrol militer serta pertahanan udara. Namun, beberapa ahli mengungkapkan bahwa citra satelit belum menunjukkan kerusakan besar pada infrastruktur nuklir.
“Hari pertama lebih difokuskan pada kejutan, seperti pembunuhan pimpinan, perburuan ilmuwan nuklir, sistem pertahanan udara, dan kemampuan untuk merespons,” kata David Albright, pakar nuklir dari Institut Sains dan Keamanan Internasional.
“Kami belum melihat kerusakan signifikan di Fordow atau Isfahan. Ada kerusakan di Natanz.” “Tidak ada bukti bahwa situs bawah tanah telah dihancurkan,” tambahnya.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyampaikan kepada Dewan Keamanan bahwa fasilitas pengayaan uranium di atas tanah di Natanz telah hancur, dan Iran telah melaporkan serangan terhadap Fordow dan Isfahan.
Kompleks nuklir Natanz yang luas merupakan fasilitas utama pengayaan uranium Iran, dengan fasilitas pengayaan bawah tanah dan di permukaan.
Albright mendasarkan analisanya pada citra terbaru yang tersedia, diambil sekitar pukul 11.20 waktu Teheran (0750 GMT).
Mungkin ada serangan drone terhadap terowongan yang menuju fasilitas pengayaan uranium bawah tanah, serta serangan siber yang tidak meninggalkan bekas terlihat, katanya.
“Dalam hal kerusakan yang terlihat, kami tidak melihat banyak dan kami akan melihat apa yang terjadi malam ini,” tambahnya, seraya percaya bahwa serangan Israel masih berada pada tahap awal.
