Peran Pertamina dalam Transisi Energi dengan Avtur Berkelanjutan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi serta pengurangan emisi karbon di Indonesia melalui inovasi bahan bakar ramah lingkungan. Salah satu inisiatifnya adalah Avtur Berkelanjutan (SAF).
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, dalam pernyataannya di Jakarta, menyebutkan bahwa upaya ini menjadi fokus utama dalam acara ‘Pertamina Investor Day 2025’, yang dilaksanakan pada Rabu di Jakarta.
- Dukung Energi Hijau, KAI Gunakan PLTS di Stasiun Medan
- Asosiasi Dorong Pemerintah Perluas Program Energi Hijau
- Pertamina Kembangkan Aplikasi Hijau ‘Greenomina’ untuk Hitung Emisi
Acara Pertamina Investor Day diadakan untuk menampilkan langkah nyata perusahaan dalam mencapai keberlanjutan dan visi ESG jangka panjang Pertamina kepada para investor dan pemangku kepentingan, sekaligus menyelaraskan strategi perusahaan dengan harapan investor global terhadap tata kelola lingkungan, sosial, dan keberlanjutan (ESG).
Dalam sesi Sustainability Dialogue, Harsono menjelaskan bahwa SAF adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus membantu mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060.
“Dalam dua tahun terakhir, kami telah melakukan tiga kali uji pasar SAF serta proses sertifikasi di seluruh rantai distribusi, mulai dari terminal BBM hingga depot pengisian bahan bakar pesawat udara. Ini memastikan produk SAF yang kami distribusikan memenuhi standar industri dan siap digunakan oleh pelanggan (maskapai penerbangan),” ujarnya.
Harsono lebih lanjut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi SAF secara nasional, sejalan dengan Peta Jalan SAF yang telah dicanangkan pemerintah.
“Kami tengah menjajaki kemitraan strategis dengan penyedia teknologi agar pengembangan SAF dapat dilakukan lebih luas. Ini merupakan langkah strategis kami dalam mendukung keberlanjutan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau,” tambahnya.
Selain SAF, Pertamina Patra Niaga juga telah meluncurkan produk bahan bakar rendah karbon lainnya seperti Biosolar dan Pertamax Green 95, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan dekarbonisasi produk hilir Pertamina.
Dengan kesiapan infrastruktur dan pengalaman panjang dalam penyaluran energi, Pertamina Patra Niaga optimistis SAF akan menjadi faktor perubahan dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi karbon, sekaligus membuka peluang baru di sektor energi terbarukan.
“Kami percaya SAF bukan sekadar produk, melainkan simbol kesiapan Indonesia memimpin transisi energi di sektor aviasi. Dengan dukungan infrastruktur dan pengalaman Pertamina, SAF diharapkan membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau,” sebut Harsono.
SAF Pertamina saat ini telah memperoleh sertifikasi ISCC CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) dan ISCC EU (Renewable Energy Directive-European Union), yang menjadikan Pertamina Patra Niaga dapat memasarkan produk berkelanjutan sesuai ketentuan CORSIA dan RED EU.
Pada 2023, Pertamina Patra Niaga melaksanakan uji coba perdana SAF untuk penerbangan komersial bersama PT Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Adi Soemarmo Solo (SOC).
Selain itu, Pertamina Patra Niaga sebelumnya juga sukses melakukan uji coba SAF pada ajang Bali International Airshow 2024 bersama sejumlah maskapai dan mitra strategis, di antaranya Citilink, Pelita Air, dan Virgin Australia, sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan ekosistem aviasi rendah emisi di Indonesia.
