Pramono Berkomitmen Atasi Tiang Monorel Tak Terpakai di Jakarta
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Gubernur Jakarta Pramono Anung berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan monorel yang terhenti. Keberadaan 90 tiang monorel di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika dinilai mengganggu keindahan kota.
Pramono menyatakan bahwa tiang-tiang monorel yang tersebar di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sering mengganggu pandangannya ketika melintas. Oleh karena itu, ia bertekad untuk menuntaskan masalah tersebut agar estetika kota terjaga.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/5/2025), Pramono menekankan bahwa tiang-tiang monorel perlu ditangani, baik itu dengan membersihkan atau memanfaatkan kembali, sehingga tidak dibiarkan begitu saja.
Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta sudah tidak mungkin melanjutkan proyek monorel, terutama karena Jakarta sudah memiliki LRT sebagai solusi transportasi massa. Namun, sisa-sisa proyek monorel yang tak terurus masih menjadi masalah yang perlu diatasi.
Untuk sementara, Pramono belum dapat memastikan solusi penyelesaian masalah tersebut, karena masih bergantung pada keputusan yang akan diambil ke depannya. Ia menyadari adanya aspek hukum yang terlibat dalam hal ini, tetapi ia menegaskan pentingnya menyelesaikan isu yang mengganggu pemandangan kota ini.
Proyek monorel ini bermula pada tahun 2004, ketika Gubernur Sutiyoso memimpin Jakarta, dengan PT Adhi Karya sebagai pelaksana pembangunan. Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri meresmikan tiang pancang pertama. Sayangnya, proyek tersebut terhenti karena kendala pendanaan.
Pada Oktober 2013, PT Jakarta Monorail mengambil alih proyek ini, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama. Namun, hingga enam bulan setelahnya, belum ada kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakarta Monorail terkait beberapa poin penting, sehingga proyek ini tidak pernah terealisasi sepenuhnya di Jakarta.
