Suriah Terancam Perang Saudara Setelah Assad Terguling, Israel Makin Agresif
BERITA TERBARU INDONESIA, Pasukan Israel menggempur area sekitar Damaskus, Suriah pada Kamis dan Jumat minggu ini, sambil memberikan ancaman kepada kepemimpinan Presiden Ahmed al-Sharaa. Serangan Israel terhadap negara tersebut dilakukan dengan alasan menanggapi kerusuhan di daerah yang dihuni komunitas Druze di Suriah.
Kerusuhan pertama kali muncul pada Senin malam, 28 Mei 2025, di Jaramana, selatan pinggiran Damaskus, setelah rekaman audio tersebar di media sosial yang berisi suara seorang pria diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Suara dalam rekaman itu dikatakan berasal dari seorang ulama Druze. Namun, ulama Druze lainnya, Marwan Kiwan, menyatakan dalam video bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas rekaman tersebut yang memicu kemarahan umat Muslim Sunni.
- Israel Terus Bombardir Suriah dengan Alasan Membela Komunitas Druze yang Diduga Menghina Nabi Muhammad
- Sekjen PBB Mengutuk Israel yang Terus Menyerang Suriah
- Uni Eropa Mendesak Israel untuk Mengakhiri Blokade dan Membuka Pintu Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Menurut laporan Times of Israel, empat hari bentrokan antara milisi bersenjata pro-pemerintah dan kelompok sekte minoritas di Suriah telah menyebabkan hampir 100 korban jiwa dan menimbulkan kekhawatiran dunia akan pecahnya konflik sektarian yang mematikan. Bentrokan antara kelompok bersenjata dan pejuang Druze minggu ini dilaporkan sebagai yang terburuk sejak kejatuhan kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024, dimana keluarganya telah memimpin Suriah hampir lima dekade.
Setelah bentrokan pecah di Jaramana, pertempuran kemudian menyebar ke daerah pinggiran di selatan kota Sakhnaya, yang memicu Israel melancarkan serangan udara pertama kali terhadap pasukan pro-pemerintah. Tindakan militer ini sebagai tanggapan atas tekanan dari komunitas Druze di Israel, yang mendorong pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk bersumpah melindungi komunitas Druze di Suriah dan memperingatkan kelompok-kelompok Islam untuk tidak memasuki kantong-kantong komunitas Druze.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan mengeluarkan ancaman terbuka, “Jika kekerasan terhadap warga Druze di Suriah tidak dihentikan, kami akan merespons dengan sangat keras.”
