Hasil Survei IPO: Masyarakat Keluhkan Harga Sembako Tinggi, Namun Menteri Pangan Dipuji
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Tantangan harga bahan pokok masih menjadi tugas penting bagi pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini tercermin dari survei terbaru oleh Indonesia Political Opinion (IPO) yang diumumkan pada Sabtu (31/5/2025). Terdapat lima poin menarik terkait harga sembako dalam laporan tersebut.
Survei ini melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling dengan distribusi responden yang proporsional. Tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 2,90 persen dengan akurasi data mencapai 95 persen.
Salah satu poin utama dari survei ini adalah pertanyaan ‘Dalam bidang apa Anda merasa tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo?’. Sebanyak 28,5 persen responden menjawab ‘Kondisi ekonomi sulit’. Sedangkan 16 persen menyatakan ‘Harga sembako mahal’.
Di sisi lain, untuk pertanyaan ‘Apa alasan Anda puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto?’, hanya 0,7 persen yang merasa puas dengan stabilitas harga bahan pokok selama era Prabowo.
Lebih dari seribu responden diminta menjawab, menurut mereka, masalah apa yang paling mendesak untuk segera diatasi oleh pemerintah? Jawaban teratas adalah ‘harga sembako murah’ (31,8 persen) dan penciptaan lapangan kerja (12,5 persen).
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyatakan bahwa secara umum harapan masyarakat terhadap isu-isu mendasar yang perlu segera ditangani berfokus pada ekonomi, khususnya sembako murah dan peluang kerja.
Ironisnya, harapan masyarakat terkait harga pangan ini bertolak belakang dengan hasil survei tentang menteri yang dinilai berkinerja paling baik. Dari 1.200 responden, Menko Pangan Zulkifli Hasan berada di peringkat ketiga sebagai menteri yang berkinerja paling menonjol dalam kabinet Prabowo. Bahkan, dalam kategori menko dengan kinerja terbaik, nama Zulhas menempati posisi puncak dari tujuh menko lainnya.
