Lima Tentara Israel Gugur di Beit Hanoun, Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA – Lima tentara Israel tewas dan setidaknya 10 lainnya mengalami luka-luka dalam operasi besar yang dilakukan oleh pejuang perlawanan di Beit Hanoun, bagian utara Jalur Gaza. Kematian ini menambah jumlah tentara penjajah Israel (IDF) yang gugur di Gaza dalam sebulan terakhir.
Aljazirah mengutip media Israel yang melaporkan bahwa insiden ini terjadi ketika pejuang perlawanan meledakkan alat peledak di dalam kendaraan lapis baja yang membawa tentara, kemudian menargetkan robot yang mengangkut amunisi dengan rudal anti-tank saat sedang dipersiapkan.
Perlawanan juga menyerang pasukan penyelamat Israel yang segera menuju lokasi kejadian, sementara penduduk Ashkelon mendengar suara ‘ledakan besar,’ menurut situs web Israel yang melaporkan bahwa salah satu korban cedera adalah seorang perwira senior.
Media Israel melaporkan bahwa beberapa tentara hilang setelah kejadian tersebut, namun kemudian dikonfirmasi bahwa jenazah mereka ditemukan dalam kondisi terbakar. Media menyebutkan bahwa ini adalah salah satu insiden paling sulit yang dialami tentara sejak awal konflik.
Unit tentara yang diserang adalah anggota unit teknik “Yahalom”, yang bekerja untuk memasang jebakan dan meledakkan rumah-rumah warga Palestina di Jalur Gaza, menurut koresponden Aljazirah.
Helikopter Israel datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban luka dan melepaskan tembakan keras. Media Israel melaporkan bahwa insiden ini masih berlangsung dan berkembang, dengan satu tentara masih hilang dan beberapa kendaraan terbakar.
Aljazirah melaporkan bahwa penyergapan itu direncanakan dengan baik, dengan alat peledak pertama menargetkan sebuah tank, yang kedua menargetkan pasukan penyelamat, yang ketiga menargetkan pasukan penyelamat tambahan, dan alat peledak keempat serta tembakan senjata ringan menargetkan semua orang yang terluka pada awal serangan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional, diberi pengarahan tentang insiden tersebut saat berada di Gedung Putih, menurut laporan media Israel.
Setelah operasi ini, Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menyatakan bahwa jenazah dan pemakaman warga Israel akan menjadi kejadian biasa selama agresi di Jalur Gaza terus berlangsung.
