Tim Kurator Nyatakan PT Indonesia Textile Makmur Berpotensi Menyewa Aset Sritex
BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — Tim Kurator Sritex menyatakan bahwa PT Indonesia Textile Makmur (ITM) adalah salah satu perusahaan yang berpeluang menyewa aset milik Sritex. Namun, Tim Kurator masih terus berkomunikasi dengan calon investor lainnya.
“Kemarin, pihak ITM melakukan kunjungan ulang ke beberapa perusahaan Sritex, di Sukoharjo, Boyolali, dan Semarang,” kata anggota Tim Kurator Sritex, Denny Ardiansyah, pada Minggu (13/7/2025).
Meski demikian, Denny menegaskan belum ada tindak lanjut konkret dari PT ITM. “Belum ada tindak lanjut, belum mengarah ke kontrak,” ujarnya.
Denny menambahkan bahwa Tim Kurator Sritex juga terus menjalin komunikasi aktif dengan sejumlah investor lain yang berpotensi menyewa aset perusahaan tekstil tersebut. “Kami masih komunikasi terus, menjajaki investor-investor di luar,” ucap Denny.
Sementara itu, kuasa hukum DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Jawa Tengah, Asnawi, menyatakan para eks buruh Sritex yang bernaung di bawah KSPSI Jateng telah mendapatkan informasi mengenai PT ITM sebagai calon penyewa aset. KSPSI Jateng menaungi 8.470 mantan pekerja Sritex.
Asnawi menyebut informasi tersebut diterima dari Tim Kurator sekitar dua bulan yang lalu. “Kabarnya seperti itu, tetapi sampai hari ini belum ada kepastian,” ujarnya.
Ia juga telah menerima laporan tertulis dari Tim Kurator mengenai potensi PT ITM menjadi penyewa. “Intinya memang belum bisa dilaksanakan karena waktu. Harapannya bisa lebih dari sekadar sewa, mungkin bisa dibeli,” kata Asnawi.
Selain PT ITM, Asnawi mengaku belum mendapatkan informasi tentang calon investor atau penyewa lainnya. “Belum ada yang lain, hanya itu (PT ITM) saja,” katanya.
Menurutnya, adanya informasi mengenai calon investor atau penyewa aset memberikan harapan kepada para eks buruh untuk bisa dipekerjakan kembali. Saat ini, banyak dari mereka belum mendapatkan pekerjaan baru.
“Karena sebelumnya sudah dijanjikan bahwa Sritex akan beroperasi lagi, kami sangat berharap bisa bekerja kembali. Sebagian besar eks buruh Sritex tidak mencari pekerjaan baru,” ucap Asnawi.
Sebelumnya, mantan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa para eks pekerja Sritex yang terdampak PHK akan dipekerjakan kembali.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan terus memantau. Informasi terakhir adalah penyiapan finalisasi untuk mempekerjakan kembali eks buruh Sritex. Saya berharap tidak lama lagi bisa beroperasi normal,” ujar Yassierli dalam wawancara dengan media di Kota Semarang, Jumat (9/5/2025).
“Kuncinya adalah bagaimana persiapan-persiapan yang dilakukan sekarang, agar ribuan orang tersebut bisa bekerja kembali. Jadi tunggu saja, insya Allah,” tambahnya.
Ketika ditanya tentang perusahaan yang kemungkinan menyewa atau mengambil alih aset Sritex, Yassierli belum bersedia memberikan komentar. “Investornya baik-baik saja,” ujarnya sambil bergurau.
