Analis Israel: Kekalahan di Gaza, Penaklukan Hamas Memerlukan Waktu Puluhan Tahun
BERITA TERBARU INDONESIA, YERUSALEM— Evaluasi dari pihak Israel menunjukkan bahwa Hamas masih memiliki kemampuan militer yang kuat dan belum kehilangan posisinya di Jalur Gaza, meskipun konflik telah berlangsung hampir dua tahun.
Situasi ini muncul ketika Washington terus mendesak pemerintah Israel untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menyeluruh dan pertukaran tawanan guna mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Gaza.
- Media menggambarkan eksekusi tentara Israel yang berusaha melarikan diri oleh pejuang Gaza sebagai peristiwa yang menakutkan.
- Momen ketika pejuang mengejar tentara Israel untuk ditangkap, menggambarkan ketegangan yang memuncak.
- Warganet Arab memuji operasi pejuang Gaza, menyebut Beit Hanoun sebagai kuburan bagi tentara Israel.
Dalam kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat dan pertemuannya dengan Presiden Donald Trump, terlihat bahwa Washington memandang konflik yang sedang berlangsung ini sebagai sesuatu yang sia-sia.
Netanyahu menghadapi tekanan langsung untuk menerima gencatan senjata dan mencapai kesepakatan pertukaran tawanan demi kebebasan para tahanan, sementara ia juga dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Di sisi lain, sikap Netanyahu menunjukkan ketidakgesaannya untuk menyetujui kesepakatan yang dapat dilihat sebagai konsesi kepada Hamas di mata Israel.
Analisis lintas sektoral dari Israel mengungkapkan bahwa militer Israel belum berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu menghapuskan kekuasaan Hamas di Gaza.
BACA JUGA: Warganet Arab mengkritik para imam Eropa yang bertemu dengan Presiden Israel, ternyata mereka adalah…
Menurut kebocoran dan laporan, militer secara diam-diam mengakui bahwa untuk mengakhiri kendali Hamas sepenuhnya mungkin memerlukan pertempuran darat yang berkelanjutan selama bertahun-tahun di Gaza.
Ini terjadi di tengah jaringan terowongan yang rumit dan kemampuan pejuang Hamas untuk mengorganisir ulang barisan mereka.
